Penjelasan Dinsos Mengenai Nenek Sumi yang Disebut Belum Tersentuh Bansos
Gaspol - Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang angkat bicara terkait seorang lansia nenek Sumi (83) dan putra bungsunya Darwis (40) yang tinggal di rumah tidak layak huni di Kampung Cinayong, RT 05 RW 01, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.
Berdasarkan catatan Dinsos Kabupaten Serang, Nenek Sumi telah mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp 600 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos). Selain itu, Dinsos Kabupaten Serang juga sebelumnya sudah memberikan bantuan sembako.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kabupaten Serang Euis Linda Mutia mengatakan, Sumi terdata sebagai penerima bansos Rp 600 ribu per bulan dari Kemensos selama tiga bulan.
Sementara istri Darwis yaitu Marhamah terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
“Sebelum berita viral itu dari Dinsos Kabupaten Serang juga sudah memberikan bantuan dua kali berupa beras dan mi instan juga. Foto-fotonya juga ada, makanya saya bingung kalau disebut belum pernah mendapat bantuan,” kata Euis, kepada Kabar Banten.
Disinggung mengenai BST, dirinya memastikan Sumi telah mendapat bantuan yang diperuntukkan bagi warga terdampak Covid-19 tersebut.
“Ya, ada datanya masuk BST. Undangan dari PT Pos juga ada. Ini pencairan yang bulan ini, tapi saya tidak hafal tanggal berapa menerimanya,” kata dia.
Euis juga menjelaskan, sebenarnya rumah Sumi juga sudah masuk dalam penerima bantuan sosial perumahan dari Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Rumahnya sudah dimasukan ke bantuan sosial perumahan yang dari Perkim pusat. Hanya memang bantuan perumahan itu tidak semua, hanya merehab saja. Ibu Sumi ini menyatakan tidak mampu swadayanya,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihak muspika juga sudah mendatangi kediaman Sumi untuk memastikan bantuan sudah diterima dengan baik.
“Nanti kami juga akan turun lagi. Dari muspika juga sudah turun. Informasi dari muspika bahwa benar mereka (Sumi dan Darwis) sudah menerima bantuan sebelumnya. Marhamah istrinya Darwis juga PKH itu kan setiap bulan diberikan,” kata dia.
Baca Juga :Miris! Rumah Nyaris Ambruk, Nenek Sumi Warga Miskin Tunjung Teja Serang Tidak Menerima Bansos
Sebelumnya diberitakan, Sumi dan putra bungsunya Darwis tinggal di rumah yang nyaris ambruk dan tidak layak huni di Kampung Cinayong, RT 05 RW 01, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Sebagian tembok dan atap rumah ambruk. Bahkan, ketika hujan turun mereka harus mencari sisi rumah yang tidak bocor untuk berteduh.
Ia juga mengaku, belum pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah, baik daerah, provinsi mau pun pusat. Jangankan BST Covid-19, Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu), dan PKH pun ia tak pernah didata.[kabarbanten]




